SISTEM EVALUASI
SISTEM EVALUASI
Sistem evaluasi merupakan suatu informasi suatu kegiatan terencana yang bertujuan untuk memeriksa dan menilai sumber daya di dalam suatu organisasi untuk mendapatkan hasil yang dibandingkan dengan menggunakan tolak ukur tertentu untuk memperoleh hasil mengenai kinerja sumber daya dalam organisasi tersebut. Kemudian sistem ialah merupakan sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Sistem juga dapat diartikan sebagai sekumpulan elemen yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Sedangkan evaluasi adalah suatu proses merencanakan, memeroleh dan menyediakan informasi yang sangat amat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif sebuah keputusan. Evaluasi tidak terbatas pada aktivitas teknis, melainkan juga non-teknis. Ia digunakan dalam berbagai macam bidang, terutama dalam lingkup perusahaan, proyek ataupun pekerjaan lain yang berhubungan dengan sistem nya. Evaluasi juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengumpulkan informasi tentang kinerja manusia, sistem, atau alat yang kemudian digunakan untuk menentukan alternatif terbaik dalam membuat sebuah keputusan. Terdapat beberapa tujuan dari sistem evaluasi pembelajaran yang harus diketahui, yaitu. Pertama, Mendeskripsikan kecakapan para peserta didik sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran yang ditempuhnya. Kedua, mengetahui keberhasilan dari proses dalam pendidikan dan pengajaran di sekolah, yaitu seberapa jauh keefektifannya dalam mengubah tingkah laku para peserta didik ke arah tujuan pendidikan yang diharapkan atau diinginkan. Ketiga yaitu menentukan tindak lanjut hasil dari penilaian, yakni melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam hal program pendidikan dan pengajaran serta strategi dalam pelaksanaannya. Yang terakhir ( keempat ) ialah memberikan pertanggungjawaban dari pihak sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Tujuan dari evaluasi adalah untuk membuat perbaikan agar pekerjaan selesai sesuai dengan rencana. Hal ini akan memberikan sebuah hasil yang sangat berguna untuk perencanaan lanjutan dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan dan kendalanya, baik dalam proses administrasi maupun manajemen.
Kedudukan antara evaluasi dalam sistem pendidikan evaluasi dalam sebuah proses pendidikan bersifat mutlak dan perlu adanya signifikan, karena dengan adanya evaluasi lembaga pendidikan itu mampu mengontrol hasil belajar peserta didiknya dan meningkatkan kinerja pembelajarannya serta menganalisis setiap metode yang digunakan pendidikan dalam proses belajar mengajar. Bukan hanya itu saja, dengan adanya evaluasi pendidik mampu mengklasifikasi peserta didik berdasarkan kemampuannya dan apabila memungkinkan bagi peserta didik yang memiliki kecerdasan superior yang bisa disatukan dalam satu program kelas akselerasi, sehingga tidak menghambat kreativitas dan kredibilitas anak-anak superiot tersebut dan pendidik juga bisa memanfaatkan anak-anak yang memang memiliki kecerdasan di atas rata-rata sebagai fasilitator bagi teman sebayanya. Ini lah fungsi aplikatif dari evaluasi hasil pembelajaran. Fungsi dari evaluasi pendidikan dalam kegiatan mengevaluasi pendidikan sangat penting dalam proses belajar mengajar. Secara umum fungsi evaluasi pendidikan adalah untuk mendorong dan memotivasi peserta didik untuk belajar, memantau ketercapaian standar ketuntasan dalam belajar minimum yang telah ditetapkan dan dicapai oleh peserta didik, sebagai pertanggungjawaban publik kepada pendidikan ( sekolah, guru, orang tua, peserta didik, dan masyarakat ), sebagai alat untuk mengendalikan dan menjamin mutu kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah oleh guru maupun peserta didik, dan menemukan kesulitan belajar peserta didik. Evaluasi juga merupakan salah satu komponen yang paling mendasar dalam setiap sistem pendidikan, karena pendidikan dapat mengukur sejauh mana perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan itu.
Dan dengan adanya evaluasi pula kita dapat mengetahui kelemahan serta untuk mempermudah dalam mencari jalan keluar untuk berubah menjadi lebih baik kedepannya. Tanpa evaluasi kita tidak akan dapat mengetahui seberapa jauh keberhasilan peserta didik, dan tanpa evaluasi tidak akan ada perubahan menjadi lebih baik lagi. Maka dari itu secara umum evaluasi ini adalah suatu proses sistematik untuk mengetahui keberhasilan suatu program, khususnya program pendidikan. Sistem evaluasi sebagai suatu alat mengumpulkan informasi tentang sistem pendidikan. Mengevaluasi pendidikan ialah mengumpulkan informasi agar terhadap pendidikan itu dapat diambil tindakan untuknya. Hasilnya diperlukan untuk membuat berbagai putusan dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Evaluasi pembelajaran juga merupakan suatu proses mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi secara sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran itu. Evaluasi juga adalah pengukuran serta perbaikan, dalam kegiatan yang telah dilaksanakan, contohnya membandingkan berbagai hasil dari kegiatan yang dibuat. Maka dapat diartikan, evaluasi ini merupakan suatu proses perbandingan dan pengukuran, dari hasil akhir pekerjaan. Mana yang sudah tercapai, dan mana yang belum tercapai. Sistem dalam evaluasi ini memiliki dua jenis berbeda, yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Yang pertama yaitu evaluasi formatif, penilaian terhadap hasil yang telah dicapai oleh evaluasi ini, dari kegiatan atau program kerja yang telah dilaksanakan. Biasanya, evaluasi ini dilakukan secara rutin, setiap bulan atau per tahun. Sesuai dengan keperluan informasi hasil penilaian, dimana manfaatnya, memberikan umpan balik kepada manajer program, terkait kemajuan yang telah dicapai. Selain itu juga untuk mengetahui, apa saja hambatan yang dihadapi selama kegiatan pun program kerja berlangsung. Yang kedua yaitu evaluasi sumatif, penilaian terhadap hasil yang telah dicapai dari kegiatan atau program kerja, secara keseluruhan, dari awal hingga akhir. Evaluasi jenis ini dilakukan diakhir kegiatan, dengan jangka waktu yang ditetapkan. Jika program kerja atau kegiatan memiliki jangka waktu enam bulan maka evaluasi sumatif, jika dilakukan menjelang akhir bulan tersebut. Sementara untuk evaluasi dari dampak kegiatan atau program kerja, bisa dilakukan usai proyek berakhir, dengan memperhitungkan efeknya yang sudah nyata terlihat. Evaluasi pembelajaran harus menyadari keterbatasan dan kelemahan dalam teknik evaluasi yang digunakan. Berdasarkan kesadaran itu perlu untuk lebih memperhatikan kebijakan yang diadopsi setelah melakukan penilaian.