Resume-an Tugas PPMDI 1 - 14
Nama : Dela Yunita
Kelas : 5 G
Nim : 12001247
Matkul : PPMDI
# Resume ke - 1
Resume-an dengan judul pertama yaitu islam sebagai adikuasa, Islam yang merupakan sebagi adikuasa atau yang berkuasa, bisa dilihat dari judul yang dibahas, dimana Islam merupakan tahta tertinggi yang memiliki kekuasaan, dan itu bisa kita lihat dan dengar sebagaimana Rasulullah Saw dan para sahabatnya pada zaman terdahulu menyebarkan agama islam agar memiliki kekuasaan yang besar, dan tentunya hal tersebut memerlukan perjuangan yang besar dan tentunya juga agama Islam merupakan agama yang diridhoi oleh Allah SWT. kemudian didalam makalah yang diberikan juga menerangkan apa itu adikuasa, dan adikuasa dapat diartikan sebagai kekuatan yang besar, dengan itu islam sebagai adikuasa, atau islam sebagai kekuatan yang amat besar, terlebih lagi untuk memperjuangkan nama Islam ini sangat sulit pada zaman jahiliah dimana terdapat banyak orang-orang yang tidak percaya dengan agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah Saw. Dan bisa dilihat seberapa besar perjuangan Rasulullah Saw membawa Islam agar tersebar luaskan, dari yang hijrah Mekkah ke Madinah, secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan, dapat cacian makian, dan terdapat beberapa perang yang dilakukan kaum kafir dikarenakan Rasulullah Saw menyebarkan agama Islam untuk disebar luaskan, dan tentunya Rasullullah Saw tidak sendirian dalam berdakwah nya untuk menyebarkan agama Islam, tetapi Rasulullah Saw juga memiliki para pendukung, seperti para sahabat, kakek, paman, dan istrinya dalam berdakwah. Hal tersebut tidak menjadi perjuangan-perjuangan sia-sia bagi mereka, dimana Islam telah menjadi sebagai adikuasa atau sesuatu kekuatan yang amat besar bagi masyarakat Islam dari zaman ke zaman.
Setelah itu dengan judul yang kedua yaitu studi pemikiran peradaban Islam ; menelusuri jejak kejayaan Islam di era Abbasiyah, peradaban di dalam Islam pada masa lalu ke masa sekarang tentunya memiliki perkembangan yang sangat pesat pada waktu ke waktu dimana pada masa lalu atau zaman dahulu kejayaan dalam Islam terdapat pada pada masa dinasti Abbasiyah, dan banyak terdapat beberapa jenis dinasti kerajaan Islam pada masa itu tetapi yang paling menonjol memang dinasti Abbasiyah, dimana di masa dinasti Abbasiyah terdapat kemajuan yang pesat dan menonjol dalam beberapa aspek seperti dalam aspek ilmu pengetahuannya, dalam bidang kedokteran, pertahanan dan kemasyarakatan dan sebagainya. Dan yang harus kita ketahui tentunya banyak sekali terdapat banyak ilmuwan-ilmuwan yang amat jenius menguasai bidangnya masing-masing dalam memajukan pendidikan dalam peradaban Islam di masa lalu, sehingga menjadi semakin berkembang untuk masa depan dan masa kini yang telah dilalui. Kemajuan peradaban Islam membawa kehidupan maju, makmur dan sejahter, dan kemajuan beberapa di segala bidang juga dapat di kembangkan dalam setiap perkembangan zaman yang dilalui pada masanya, sehingga bisa digunakan sampai sekarang sebagai kebutuhan dan kepentingan masyarakat Islam. Pada masa itu terdapat dua dinasti yang menonjol yaitu dinasti Abbasiyah dan Umayyah, dan yang paling menonjol nya yaitu dinasti Abbasiyah dimana pada masa itu banyak terdapat ilmuwan yang sangat jenius seperti Al -farabi, Ibnu Sina, dan Ibnu Rusyd dan sebagainya, dan tentunya kita tidak asing lagi dengan seseorang yang bernama Ibnu Sina ini, karena ia merupakan bapak nya dari ilmu kedokteran modern pada era dinasti Abbasiyah tersebut. Dan masih banyak terdapat ilmuwan-ilmuwan yang bekerjasama untuk memajukan peradaban Islam agar mendapatkan kejayaan pada masanya.
Nama : Dela Yunita
Kelas : 5 G PAI
Nim : 12001247
Matkul : PPMDI
# Resume ke - 2
Resume-an dengan judul peran kepustakaan dan perpustakaan dalam membangun peradaban Islam (sebuah tinjauan historis peradaban perpustakaan Islam), dari judul tersebut dapat diterangkan bahwa peran sebuah kepustakaan atau yang bisa disebut dengan buku, cerita atau historis, dan perpustakaan merupakan peran yang cukup penting untuk membangun peradaban islam agar semakin maju dan berkembang pesat, dengan adanya perpustakaan dan kepustakaan atau buku didalamnya maka akan banyak lagi ilmu yang didapatkan, dan tentunya semakin maju dan berkembang juga para ilmuwan-ilmuwan yang berfikir sangat jenius di setiap peradaban islam pada masanya. Diawali dari perkembangan perpustakaan pada masa pemerintahan dinasti Umayyah dengan berdirinya sebuah perpustakaan yang pertama yaitu perpustakan Al -zuhri. Dan keberadaan perpustakaan ini juga dikarenakan awalnya Islam memiliki karya-karya, baik itu dari kegamaan maupun dari sains pada masa kejayaan Islam, sehingga pada masa itu banyak ilmuwan-ilmuwan muslim yang memberikan kontribusi atau karyanya terhadap kemajuan Islam melalui karya-karya mereka seperti buku ilmu tentang pengetahuan, tentang ilmu kedokteran karya Ibnu Sina, tentang ilmu matematika, dan ilmu filsafat. Perkembangan dalam pengetahuan dan keilmuan tentunya tidak lepas dari pengaruh adanya sebuah perpustakaan dan Islam, dimana jika kita ingin mendapatkan sebuah ilmu pengetahuan maka hendaknya membaca sebuah buku di perpustakaan. Dan tentunya jika ingin peradaban islam semakin maju Islam membutuhkan masyarakat yang berkependidikan atau mempunyai ilmu pengetahuan yang luas sehingga dapat memajukan peradaban islam. Dapat dikatakan bahwa keberadaan perpustakaan Islam pada masa itu menjadi pusat ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, pada masa kekhalifahan Bani Abbasiyah memiliki inisiatif dan termotivasi untuk mendirikan lembaga informasi sebagai pusat ilmu pengetahuan dan peradaban islam. Untuk itu, perpustakaan yang disebut dengan Baitul Hikmah secara resmi dibangun sebagai tanda bahwa kekhalifahan pada masa itu sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Ilmu merupakan sebuah pusat informasi dimana jika tau tentang pengetahuan maka dengan membaca dapat mengetahui informasi yang tidak diketahui, seperti tentang ilmu kedokteran, dimana jika terdapat masyarakat atau keluarga yang memiliki penyakit maka akan tau bagaimana cara mengobati nya dikarenakan telah mempunyai ilmu kedokteran dari membaca buku tersebut, sebenarnya jika ilmu kedokteran hanya dibaca tanpa dipraktekkan seperti ada yang kurang, tetapi setidaknya dengan membaca dapat sedikit mengetahui bagaimana cara mengobati dengan benar tidak asal-asalan sebelum tidak membaca buku tadi. Maka dari itu harus ada dorongan dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan pendidikan mendorong perlunya mendirikan lembaga yang menjadi wadah pengembangan keilmuan. Sedangkan pada masa itu pemerintahan Umayyah lebih fokus pada perluasan kekuasaan wilayah, sehingga tidak terlalu memperhatikan pengembangan keilmuan seperti pada masa dinasti Abbasiyah.
Nama : Dela Yunita
Kelas : 5G PAI
Nim : 12001247
Matkul : PPMDI
# Resume ke - 3
Resume-an dengan judul Kejayaan Pendidikan Islam pada masa keemasan pendidikan Islam, studi tentang peran Khalifah Harun Al-Rasyid dalam pendidikan Islam. Sebelum melanjutkan pembahasan mendalam tentang kejayaan Harun Al-Rasyid dalam dunia pendidikan islam, sebaiknya kita dapat mengenal siapa itu Harun Al-Rasyid itu terlebih dahulu. Harun Al-Rasyid merupakan seorang figur pemimpin yang berada pada pemerintahan dinasti Abbasiyah, yang dimana dinasti tersebut tumbuh dan berkembang setelah dinasti Umayyah yang runtuh pada tahun 750. ilmu pengetahuan sebagai suatu pandangan hal yang sangat mulia dan sangat berharga, para Khalifah atau ulama-ulama pembesar lainnya memperluas kemajuan dan perkembangan bagi ilmu pengetahuan. Kegiatan dalam sebuah pendidikan dan pengajaran pada Bani Abbasiyah mencapai kemajuan yang gemilang, dimana sebagian Khalifah Abbasiyah merupakan orang-orang yang berkependidikan, namun pendidikan atau pengetahuan mencapai pada puncaknya pada masa kejayaannya ketika berada dibawah kekhalifahan dinasti Abbasiyah. Kepemimpinan Harun Al-Rasyid merupakan masa yang dimana masyarakat hidup cukup mewah, kekayaan yang banyak dipergunakan Khalifah untuk kepentingan sosial tidak hanya pribadi saja, Harun Al-Rasyid juga sanggup membuat Baghdad sebagai pusat dari peradaban, dimana hal tersebut terdapat, urusan perdagangan, politik, ilmu pengetahuan, pendidikan berkembang gemilang dalam naungan kekuasaan Khalifah Harun Al-Rasyid ini. Perhatian Harun Al-Rasyid terhadap perkembangan ilmu pengetahuan juga sangat besar, yaitu terbukti dari banyaknya proyek-proyek penerjemahan buku-buku dari berbagai bahasa dalam bahasa Arab. Harun Al-Rasyid juga merupakan seorang Khalifah yang paling dihormati, alim dan sangat dimuliakan sepanjang usia nya menjadi seorang Khalifah. Sebelum pemerintahan Islam, mayoritas penduduk bangsa Arab merupakan penduduk yang buta huruf, mereka bergantung pada hafalan atau ingatan untuk meriwayatkan atau menghubungkan tradisi mereka secara lisan, dan dengan adanya kebangkitan intelektual pada masa dinasti Abbasiyah khususnya pada kepemimpinan Khalifah Harun Al-Rasyid dan mengantar kan dinasti Abbasiyah ini mencapai masa keemasannya.
Kemudian dengan judul yang kedua yaitu kontribusi Khalifah Abdurrahman al-nashir dalam mengembangkan pendidikan Islam di Andalusia, pada tahun 750 M dimana disaat tersebut runtuhnya dinasti Umayyah, dan Abdurrahman merupakan salah satu dari sekian aggota mu'awiyah yang berhasil lari menyelamatkan hidupnya. Setelah beberapa lama mengalami beberapa kali pelarian seperti sebelumnya, akhirnya Abdurrahman sampai di pantai Afrika yang menghadap ke Andalusia, dan orang-orang terbaik dari masyarakat Andalusia telah menyambut Abdurrahman sebagai pemimpin barunnya. Di dalam dunia Andalusia, khususnya ibu kota Cordoba mengalami kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan kebudayaan, semenjak diperntah oleh Amir keturunan Umayyah yang berdiri sendiri terpisah dari kekuasaan Bani Abbasiyah di Baghdad. Toleransi yang dimiliki kaum muslim terhadap orang-orang Yahudi dan Kristen yang menerima kaum muslim sebagai penguasa negeri tersebut di perbolehkan mempertahankan harta milik mereka serta kepercayaan dan ibadah mereka, dan terdapat beberapa faktor pendukung perkembangan pada pendidikan Islam di Andalusia.
Nama : Dela Yunita
Kelas : 5G PAI
Nim : 12001247
Matkul : PPMDI
# Resume ke - 4
Resume-an dengan judul Analisis Runtuhnya Islam di Spanyol. pada zaman dulu spanyol ini memiliki nama panggilan yang dikenal dengan nama Andalusia sebelum adanya peradaban islam yang semakin berkembang dimana nama Andalusia sudah berganti menjadi spanyol, kemudian spanyol di duduki umat Islam pada masa zaman Khalifah Al - Walid pada tahun 705 - 715 M, yang merupakan salah seorang Khalifah dari Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus, dimana di masa Bani Umayyah telah terjadinya keruntuhan pada masa tersebut. Dalam penaklukan spanyol terdapat tiga pahlawan Islam yang bisa dikatakan paling berjasa memimpin pasukan ke sana, yaitu adalah Tharif, Thariq dan Musa. Kemudian mereka melalui perkembangan politik Islam di spanyol pada mulai sejak tahun 711 M, dan pada masa periode pemerintahan kekhalifahan yang dimulai sejak pemerintahan abd Al Rahman lll, dimana masyarakat Islam di spanyol mencapai masa kejayaan, kesejahteraan, dan kemakmuran sejajar dengan kejayaan yang dicapai Bani Abbasiyah pada masa keemasannya. Oleh karena itu spanyol menunjang dalam pendidikan dimana pendidikan spanyol Islam memberlakukan kurikulum universitas dan komprehensif. Dan spanyol juga mengembangkan perpustakan, dimana perpustakaan tersebut berkembang pesat di spanyol dari hari ke hari semakin mengalami perkembangan yang akhirnya berdirilah perpustakaan yang bernama khazanatul humits-tnasi di spanyol, dan masih banyak lagi kemajuan-kemajuan yang didapatkan pada masa tersebut. Kemajuan besar dari dalam peradaban ini runtuh setelah dinasti yang berkuasa di wilayah kecil ini tidak mampu mencegah perebutan kekuasaan di kalangan pangerannya. Spanyol juga merupakan tempat yang paling utama bagi Eropa dalam penyerapan ilmu pengetahuan yang dikembangkan umat Islam di sana serta peradabannya, baik dalam hubungan politik, sosial, maupun ekonomi dan peradaban antar negara.
Kemudian dengan judul yang kedua yaitu Runtuhnya Dunia Islam. Terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya keruntuhan dunia Islam dimana pada saat Rasullullah Saw mendirikan negara Madinah dimana ketika Rasulullah Saw datang dari Madinah banyak masyarakat yang mendirikan beberapa kubu pengikut nya yaitu, yang pertama kaum Anshar, kaum Yahudi, kaum musyrikin, dan yang terakhir kaum Muhajirin. Menghadapi hal tersebut yang dimana masyarakat Madinah yang merupakan super kompleks tersebut, maka Rasulullah Saw menyikapinya dengan sangat bijaksana, penuh dengan keramahan dan kelembutan Budi serta kesantunan sikap beliau yang berupaya mengikat dan mempersatukan seluruh elemen masyarakat yang majemuk. Kemudian terdapat beberapa faktor internal yang melemahkan dunia Islam sehingga menuju k runtuh, yaitu dimana ambisi politik dan pertikaian sesama muslim, sengketa hak waris Khalifah, dan tidak adanya fakta pertahanan negara-negara Islam. Dunia Islam pernah mengalami pasang surutnya, pernah berjaya dan menaklukkan dunia dengan peradaban dan kebudayaan Islam walaupun dunia Islam ada dalam cengkraman budaya kafir, itu tidak serta Merta dapat menghancurkan Islam, karena esensi Islam adalah Al - Qur'an. Kejayaan dunia Islam yang dibangun oleh Rasulullah Saw bisa kembali ditegakkan sampai akhir zaman jika seluruh komponen ummat Islam meneladani sikap dan etika politik Rasulullah Saw.
Nama : Dela Yunita
Kelas : 5 G PAI
Nim : 12001247
Matkul : PPMDI
# Resume Ke - 5
Resume-an dengan judul Renaisans Eropa dan Tranmisi Keilmuan Islam ke Eropa. Kemudian sebelum kita melanjutkan pembahasan lebih dalam lagi, hendaknya kita mengetahui apa itu renaisans. Renaisans merupakan sebuah periode kelahiran kembali nya atau peralihan dari abad pertengahan ke abad zaman modern yaitu terhitung antara abad ke - 14 sehingga abad ke - 17, secara umumnya, renaisans ini digambarkan sebagai penghubung antara abad kegelapan, atau disebut drak ages, dan zaman modern dimana budaya, seni, ekonomi, dan politik mengalami perkembangan yang sangat pesat. Selain itu juga banyak para ilmuwan, penulis, dan seniman hebat dalam sejarah lahirnya di periode ini. Kemudian pada abad ini pertengahan itu manusia dianggap kurang dihargai sebagai manusia. Dimana kebenaran diukur berdasarkan dari gereja ( Kristen ), bukan menurut ukuran yang dibuat oleh manusia itu sendiri. Dalam sejarah terdapat tempat-tempat dan proses yang mempengaruhi pemikiran dan sains barat oleh pemikiran dan sains Islam yaitu, Andalusia, Sisilia, perang salib, dan Konstantinopel. Pengaruh dalam pemikiran dan sains Islam yang berlangsung sejak abad ke - 12 M akhirnya menimbulkan gerakan kebangkitan kembali atau renaisans pada abad ke 14 M. Sarjana muslim menjadi jembatan dan perantara bagi kemajuan ilmu pengetahuan di dunia modern saat ini. Dari dunia Islam lah, ilmu pengetahuan mengalami transmisi, diseminasi, dan proliferasi ke dunia barat yang mendukung munculnya zaman renaisans di Eropa. Dalam sejarah terdapat tempat-tempat dan proses yang mempengaruhi pemikiran dan sains barat oleh pemikiran dan sains Islam.
Nama : Dela Yunita
Kelas : 5 G PAI
Nim : 12001247
Matkul : PPMDI
# Resume Ke - 6
Resume-an dengan judul Sejarah Peradaban Islam Tiga Kerajaan Besar. Munculnya 3 kerajaan Islam terbesar yang telah banyak memberikan kontribusi bagi perkembangan peradaban islam. Mungkin kita telah ketahui, bahwa Islam sempat memiliki peradaban yang sangat maju, yaitu pada masa dinasti Abbasiyah. Lebih tepatnya lagi yaitu ketika Khalifah Harun Al-Rasyid dan anaknya Al - Ma'mun memimpin, pada sekitar abad ke 8 Masehi hingga abad ke 13 Masehi. Tiga kerajaan Islam terbesar yaitu kerajaan Turki Usmani, kerajaan Safawi di Persia dan kerajaan Mughal di India . Kemudian setiap daulah Islam mempunyai peranan yang berbeda-beda dalam sumbangan yang mereka berikan kepada dunia Islam, dan puncak kejayaan dari Turki Usmani dalam memperluas wilayah adalah di tangan sultan Sulaiman 1 pada periode 1520-1566 Masehi, dan Turki Usmani ini merupakan daulah yang paling besar dan yang paling lama berdiri dibandingkan dengan daulah-daulah Islam lainnya. Pada masa kejayaan pemerintahan Turki Usmani ada tiga orang sultan yaitu Sultan Muhammad ll pada periode 1451-1484 Masehi, dia dapat mengalahkan Bizantium dan menaklukkan konstantinopel yang sudah direncanakan dulu oleh Sultan Bayazid. Yang kedua yaitu Sultan Salim l pada periode peralihan dari kesultanan ke kekhalifahan, selain itu, dia pun mengalihkan perhatian ekspansinya dari dunia barat ke dunia timur dengan menaklukkan Persia, Persia mulai diserangnya dan dalam peperangan tersebut Syah Ismail dari daulah safawiyah dipukul mundur dalam pertempuran yang terjadi di lembah chaldiran.
Yang ketiga yaitu Sultan Sulaiman l Al-Qanun, Sulaiman berhasil menaklukkan Irak, belgrado, pulau rodhes, Tunis dan Yaman pada tahun 1529 Masehi. Kemudian masa kemerosotan Turki Usmani dimulai dari krisis suksesi sepeninggal Sultan Sulaiman pada tahun 1566 Masehi. Selanjutnya dinasti Safawi Persia, nama safawiyah diambil dari nama pendiri nya Safi al-Din tahun 1252-1334 Masehi. Gerakan safawiyah selanjutnya bertambah luas dan berkembang sehingga yang pada mulanya hanya gerakan keagamaan saja berkembang dan bertambah menjadi gerakan politik dibawah kepemimpinan Ismail pada tahun 1501 Masehi. demikianlah sejarah lahirnya daulah safawiyah yang pada mulanya merupakan satu aliran yang bersifat keagamaan berfaham Syi'ah. Kemudian akhirnya menjadi daulah besar yang sangat berjasa dalam memajukan peradaban islam. Dan yang terakhir yaitu dinasti Mughal India. Daulah Mughal ini berada di anak benua India, seperempat abad setelah berdirinya daulah safawiyah di Iran. Puncak kejayaannya ada pada sultan Mahmud Al-Ghaznawi yang memimpin penaklukan ke India pada penghujung abad ke 9 yang berhasil menguasai seluruh India dan berkuasa di sana sampai tahun 1186 Masehi. Misi Mahmud Al-Ghaznawi menaklukkan India adalah untuk menghancurkan berhala-berhala yang ada di sana. Itu lah tiga kerajaan Islam penting diciptakan pada akhir abad 15 dan awal abad 16, ketiga kerajaan besar ini seperti membangkitkan kembali kejayaan Islam setelah runtuhnya Bani Abbasiyah.
Nama : Dela Yunita
Kelas : 5 G PAI
Nim : 12001247
Matkul : PPMDI
# Resume Ke - 7
Resume-an dengan judul Peta Kemunculan Pemikiran Modern Dalam Islam, Pemikiran modern dalam Islam merupakan suatu wacana yang mengawali perubahan mendasar bagi Islam sebagai suatu nilai ajaran dari umatnya sebagai pembuat arus perubahan tersebut. Sejarah Pemikiran Modern adalah disiplin ilmu yang mempelajari tentang pola-pola pemikiran modern yaitu hasil-hasil pemikiran yang berasal dari zaman sejak zaman renaisance, yang pada umumnya dianggap sebagai awal dari munculnya hal-hal yang dianggap modern. Munculnya pemikiran modern dalam Islam diawali oleh kerajaan Turki Usmani yang mengalami kontak langsung dengan Eropa. Mulai abad ke 18 bangsa Eropa mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini membuat Turki Usmani tercengang hingga mengirimkan beberapa dutanya ke Eropa untuk menganalisa rahasia dibalik hal tersebut. Masa pembaharuan (modern) bagi dunia Islam adalah masa yang dimulai dan tahun 1800 M sampai sekarang. Masa pembaharuan ditandai dengan adanya kesadaran umat Islam terhadap kelemahan dirinya dan adanya dorongan untuk memperoleh kemajuan dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dampak pembaharuan Islam periode modern di berbagai negara di berbagai bidang adalah: Dampak positif: Semakin semaraknya syiar Islam dalam berbagai bidang di berbagai negara. Masyarakat muslim semakin sadar akan berbagai peninggalan kebudayaan Islam yang menjadi sumbangan besar bagi kebudayaan dunia secara umum. Manfaat mempelajari sejarah perkembangan islam pada masa modern adalah memunculkan kesadaran umat Islam akan pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berkembang saat ini, di sisi lain kita juga harus mengutamakan pentingnya ukhuwah Islamiyah, pentingnya nasionalisme, dan pentingnya kemurnian ajaran Islam.
Perkembangan Islam pada abad modern ditandai dengan pesatnya perkembangan Islam di dunia, yakni banyaknya muallaf dari negara lain yang berbondong bondong masuk Islam. Dan juga mengalami kemajuan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi. Periode ini terjadi pada tahun 1800 M sampai sekarang. Menurut Deliar Noer, bahwa yang dimaksud dengan gerakan modernisme dalam Islam adalah gerakan kembali kepada Al Quran dan Sunnah, kedua sumber pokok Islam. Ajaran ini bersifat prinsipil, garis besar dan dipercayai berlaku untuk segala tempat dan zaman, sehingga ia senantiasa modern. Ia perlu ditimbulkan kembali karena telah tertutup oleh tradisi, adat kebiasaan yang tidak sesuai dengan ajaran pokok itu. Pemikiran rasional sekuler itu membawa kemajuan pesat dalam bidang filsafat, sains dan teknologi di Eropa sebagaimana yang kita saksikan sekarang ini. Ketika pemikiran rasional Islam pindah ke Eropa dan berkembang di sana, di dunia Islam zaman pertengahan berkembang pemikiran tradisional, menggantikan pemikiran rasional tersebut. Dalam pemikiran tradisional ini, para ulama bukan hanya terikat pada Al Quran dan Hadis, tetapi juga pada ajaran hasil ijtihad ulama zaman klasik yang sangat banyak jumlahnya.
Nama : Dela Yunita
Kelas : 5 G PAI
Nim : 12001247
Matkul : PPMDI
# Resume Ke - 8
Resume-an dengan judul Pembaruan Dalam Islam Muhammad Ibn Abd Al-Wahab dan Gerakan Wahabiyah, dimana sebelum kita membahas lebih jauh tentang pembaruan dalam islam muhammad ibn abd Al-wahab dan gerakan wahabiyah ini, maka kita akan mengenal siapa itu muhammad ibn abd Al-wahab ini, Muhammad ibn Abd Wahhab dilahirkan di dusun Ujainah (Nejd), daerah Saudi Arabia sebelah timur. Dari ayahnya sebagai kadi, ia memperoleh pengetahuan di bidang fikih dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. Kemudian ia merantau ke Hijaz. Di negeri ini Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhâb memperoleh pengetahuan agama dari ulama-ulama Mekkah dan Madinah. Setelah menyelesaikan pelajarannya di Madinah, ia merantau ke Basrah dan tinggal di kota ini selama empat tahun. Setelah bertahun-tahun merantau, akhirnya ia kembali ke tempat kelahirannya Nejd, ia kemudian mengajarkan pahampahamnya, terutama di bidang ketauhidan. Dari sinilah Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhâb memperoleh pengikut yang banyak, bahkan banyak di antaranya berasal dari luar Ujainah. Meskipun demikian, Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhâb memperoleh banyak tantangan, termasuk tantangan dari kalangan keluarganya sendiri, mengapa ia mendirikan suatu gerakan, yang selanjutnya dikenal dengan nama “Gerakan Wahabi”. Di setiap negeri Islam yang dikunjungunya, ia melihat berbagai macam tradisi, kepercayaan, dan adat-istiadat yang dilakukan oleh masyarakat dalam bentuk ritual-keagamaan. Ia juga menyaksikan betapa besarnya pengaruh ahli-ahli tarekat di masa hidupnya sehingga kuburan-kuburan syaikh tarekat yang bertebaran di setiap kota, bahkan kampung-kampung, ramai dikunjungi oleh orang-orang yang ingin meminta berbagai macam pertolongan.
Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhâb dengan gerakannya untuk memurnikan ajaran Islam, khususnya dalam bidang tauhid sebagai ajaran pokok Islam, tidak ingin mengubah ajaran Islam dengan penafsiran baru terhadap wahyu, melainkan membawa misi memberantas unsur-unsur luar dari ajaran Islam, seperti bidah, khufarat, dan takhyul yang masuk ke dalam ajaran Islam. Dengan demikian, ia bermaksud mengajak umat Islam agar kembali kepada ajaran Islam yang murni. Yang dimaksud dengan ajaran Islam yang murni itu ialah sebagaimana yang dianut dan dipraktekkan di zaman nabi, sahabat serta tabiin, yaitu sampai abad ke-3 Hijriah. dapat dikemukakan bahwa sebagai pendiri Gerakan Wahabi, Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhâb memiliki perhatian yang amat besar terhadap masalah pemurnian akidah dan pembaruan dalam Islam. Karena keinginannya untuk memperbaiki keadaan umat Islam, dicanangkannyalah upaya pemberantasan takhyul, bidah dan khurafat). Gerakan pembaruan Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhâb yang bersumber dari ide dasar bahwa pintu ijtihad tetap terbuka, memberi dampak positif terhadap dinamika pembaruan pemikiran Islam pada abad ke-19. Gerakan pemurnian dan pembaruan Wahabi yang kadangkadang menempuh cara-cara yang kaku dan tak kenal kompromi, kadang-kadang pula diwarnai oleh suasana konflik dengan kelompok lain. Oleh karena itu, Gerakan Wahabi sering dituduh sebagai kelompok pembangkang oleh pihak-pihak yang tidak sepaham dengan ajaran-ajaran gerakan pemurnian dan pembaruan ini.
Nama : Dela Yunita
Kelas : 5 G PAI
Nim : 12001247
Matkul : PPMDI
# Resume Ke - 9 ( Menjawab 2 Pertanyaan )
• Pertanyaan
1. Apa persamaan gerakan pembaharuan antara 3 tokoh itu?
2. Apa yang membedakan diantara ketiganya?
• Jawaban
1). Jadi dapat kita lihat dan di simpulkan dari gerakan pembaharuan nya dilakukan di mesir persamaannya adlalah Untuk bertujuan memperbaiki pendidikan Islam yang ada pada Masyarakat mesir kearah yang lebih baik menuju Kesejahteraan. Serta perlunnya pendidikan yang Universal/ menyeluruh antara laki-laki dan perempuan. Pembaharuan Ini dalam Islam dapat pula berarti mengubah keadaan Umat agar mengikut ajaran yang terdapat didalam Al- qur'an dan Al-Sunnah. Hal ini perlu dilakukan karena terjadi di Masyarakat. Dengan demikianlah, Maka dengan itu pembaharuan Islam mengandung maksud untuk mengembalikan Suatu Sikap dan pandangan hidup Umat agar sejalan dengan petunjuk Al-Quran dan Al-Sunnah. Nah ini lah persamaan dari gerakan pembaharuan antara tiga tokoh itu.
2). Sedangkan disini ada sedikit perbedaannya yaitu dalam pemikiran Muhammad Ali lebih menekankan Suatu upaya dalam menggembangkan pendidikan dimesir walaupun la pada saat itu buta huruf. hamun la mengerti tentang pentingnya pendidikan Sedangkan pemikiran At-tahtawi itu menghendaki mesir maju seperti barat, namun tetap dijiwai oleh Agama dalam Sagala Aspek, dengan Salah Satu Jalan Untuk kesejahteraan adalah dengan berpegang dengan agama dan Akhlak, dan yang terakhir, Jamaludin Al-Afghani Yang berfokus Untuk mengajak masyarakat mesir agar mau bersuara, dalam artian mau mengutarakan Suatu pendapatnya, dalam hal ini lah Jamaludin mengumpulkan anak-anak muda dan diajarkan menulis. Dan yang terakhir ini adalah yang membedakan diantara cara memimpin dari ketiganya.
Nama : Dela Yunita
Kelas : 5 G PAI
Nim : 12001247
Matkul : PPMDI
# Resume Ke - 10
Resume - an dengan judul Muhammad Abduh : Teologi Rasional dan Ide-Ide Pembaruan dan Rasyid Ridha dan Ide-ide Pembaharuannya. Dalam pemikiran Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha mengatakan bahwa kemunduran dan keterbelakangan umat Islam dalam bidang keagamaan dikarenakan banyak bermunculan paham-paham atau aliran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang murni. Pemikiran pembaharuan pendidikan Muhammad Abduh dengan melakukan pembaharuan dalam pendidikan Islam dengan memgintegrasikan antara ilmu umum dengan ilmu agama. Pendidikan baginya bukan hanya bertujuan mengembangkan aspek kognitif (akal), tetapi juga perlu menyelaraskan dengan aspek afektif (moral) dan psikomotorik (keterampilan). Ada tiga objek pokok yang menjadi sasaran pembaharuan Abduh. Pertama pembaruan dalam bidang agama, peran akal dan pembebasan dari taklid buta. Kedua pembaruan dalam bidang politik. Ketiga pembaruan dalam bidang pendidikan. Sedangkan pemikiran pembaruan yang digagas oleh Muhammad Rasyid Ridha berpendapat ajaran Islam itu seharusnya mengandung paham dinamika, bukan fatalisme. Idenya yang lain ialah toleransi dalam bermazhab. Menurutnya, timbulnya perpecahan pada kalangan umat Islam dikarenakan adanya sikap fanatisme terhadap mazhab. Pemikiran Rasyid Ridha Tentang Pendidikan, ialah menurutnya, umat Islam hanya dapat maju apabila menguasai bidang pendidikan. oleh karena itu, ia selalu mengajak dan mendorong umat Islam untuk menggunakan kekayaannya bagi pembangunan lembaga-lembaga pendidikan. Pemikiran-pemikiran pembaharuan yang dimajukan Rasyid Ridha, tidak banyak dengan ide-ide gurunya. Muhamad Abduh dan Jamaludin Al- Afghani, ia juga berpendapat bahwa umat Islam mudur karena tidak lagi menganut ajaran-ajaran Islam sebenarnya.
Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha merupakan guru dan murid yang berhasil mencetuskan pembaruan dalam Islam. Keduanya memiliki pemikiran masing-masing. Muhammad Abduh dengan empat agenda pemikirannya seperti, purifikasi, reformasi, pembelaan Islam, dan reformulasi. Kemudian menurut Abduh, dalam sebuah pemerintahan perlu adanya perubahan peraturan dan undang-undang yang lama dengan aturan atau undang-undang yang baru. Hal itu menjadi penting dalam meyelaraskannya dengan kondisi sosial dan politik yang selalu menuntut perubahan. upaya pendidikan untuk meninggalkan tradisi taqlid. Abduh ingin menghilangkan dualisme pendidikan yang ada pada saat itu. Dia menginginkan sekolah-sekolah umum memberikan pelajaran agama dan al-Azhar menerapkan ilmu-ilmu yang datang dari Barat. faktor yang mempengaruhi pemikiran pembaharuan Muhammad Abduh ada beberapa faktor yang dapat dianggap mempengaruhi pemikiran Muhammad Abduh termasuk dalam bidang teologi, yaitu: pertama, Faktor sosial, Kedua, Faktor politik, dan ketiga, Faktor kebudayaan. Gerakan pembaharuan dalam Islam ialah pada masa pembaharuan (modern) bagi dunia Islam adalah masa yang dimulai dan tahun 1800 M sampai sekarang. Masa pembaharuan ditandai dengan adanya kesadaran umat Islam terhadap kelemahan dirinya dan adanya dorongan untuk memperoleh kemajuan dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut Rasyid Ridha pembaharuan dalam bidang keagamaan, Rasyid Ridha mengatakan bahwa umat Islam lemah karena mereka tidak lagi mengamalkan ajaran-ajaran Islam yang murni seperti yang dipraktekkan pada masa Rasulullah SAW dan para sahabat. Melainkan ajaran-ajaran yang menyimpang dan lebih banyak bercampur dengan bid'ah dan khurafat. Rasyid Ridha menentang gerakan nasionalisme yang dipelopori Mustafa Kamil di Mesir. Alasannya adalah Rasyid Ridha menganggap bahwa nasionalisme bertentangan dengan ajaran persaudaraan seluruh umat Islam. Setelah itu, Rasyid Ridha bersama Muhammad Abduh kemudian menerbitkan majalah Al-Manar pada tahun 1315 H (1898 H). Majalah ini boleh dikatakan sebagai penyambung majalah Al-Urwatul Wutsqa. Hanya saja, lebih lengkap dan menyajikan pandangan-pandangan baru seputar pemahaman keislaman.
Nama : Dela Yunita
Kelas : 5 G PAI
Nim : 12001247
Matkul : PPMDI
# Resume Ke - 11
Resume-an dengan judul gerakan pembaharuan Islam dari masa ke masa, dengan adanya gerakan pembaharuan Islam di Indonesia, secara garis besar ada dua bentuk gerakan pembaharuan Islam di Indonesia : satu. Gerakan pendidikan dan sosial dua. gerakan politik. Tiga Gerakan Pendidikan dan Sosial Kaum pembaharu memandang betapa pentingnya pendidikan dalam membina dan membangun generasi muda. Gerakan pembaharuan Islam adalah suatu upaya untuk menyesuaikan (kontekstualisasi) ajaran Islam dengan perkembangan baru yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Penyebab munculnya gerakan ini berasal dari faktor internal umat Islam, yang waktu itu mulai dirusak oleh paham syirik dan bidah. Gerakan ini berhasil di Arab Saudi, setelah digerakan oleh Muhammad bin Abdul Wahab dan didukung oleh Muhammad bin Saud, pendiri Negara Saudi Pertama. Melihat keadaan di lapangan bahwa pengamalan agama Islam di Indonesia yang masih banyak bercampur dengan tradisi Hindu-Budha tersebut dan jelas sekali merusak kemurnian ajarannya, maka tampillah beberapa ulama mengadakan pemurnian dan pembaharuan faham keagamaan. Secara umum alasaan berkembangnya pembaharuan islam di Indonesia adalah respon terhadap kemunduran islam sebagai agama di Indonesia. Karena pada praktek-prakteknya yang menyimpang, keterbelakangan para pemeluknya dan adanya invansi politik, kultural dan intelektual dari dunia barat.
Dampak pembaharuan Islam periode modern di berbagai negara di berbagai bidang adalah: Dampak positif: Semakin semaraknya syiar Islam dalam berbagai bidang di berbagai negara. Masyarakat muslim semakin sadar akan berbagai peninggalan kebudayaan Islam yang menjadi sumbangan besar bagi kebudayaan dunia secara umum. Masa pembaharuan (modern) bagi dunia Islam adalah masa yang dimulai dan tahun 1800 M sampai sekarang. Masa pembaharuan ditandai dengan adanya kesadaran umat Islam terhadap kelemahan dirinya dan adanya dorongan untuk memperoleh kemajuan dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Manfaat mempelajari sejarah perkembangan islam pada masa modern adalah memunculkan kesadaran umat Islam akan pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berkembang saat ini, di sisi lain kita juga harus mengutamakan pentingnya ukhuwah Islamiyah, pentingnya nasionalisme, dan pentingnya kemurnian ajaran Islam. Dalam melakukan pembaharuan banyak di antara mereka menggunakan cara kekerasan sehingga terjadi konflik antara kaun Paderi dan kaum adat, yang diakhiri dengan perang terbuka. Karena dalam pertempuran itu kaum adat selalu mengalami kekalahan, kemudian mereka minta bantuan kepada Kumpeni. Dengan senang hati Kumpeni menyanggupi. Perang babak baru dimulai setelah Kumpeni mendatangkan bala bantuannya untuk memerangi kaum Paderi. Mulai saat itu, kaum Paderi bukan menghadapi kaum adat, melainkan perang melawan kaum kafir Belanda. Kemudian Faktor eksternal yang merupakan faktor penentu bagi munculnya proses transformasi dapat berlangsung secara lebih cepat daripada faktor internal. Peran media massa sangat menunjang keberhasilan sosialisasi gagasan baru baik dalam skala nasional maupun internasional.
Nama : Dela Yunita
Kelas : 5G PAI
Nim : 12001247
Matkul : PPMDI
# Resume ke - 12
Resume an tentang pembaharuan model pesantren: respon terhadap modernitas. Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang bersifat nonformal harus mengadakan perubahan dan pembaharuan guna menghasilkan generasi-generasi yang tangguh, generasi yang berpengetahuan luas dengan kekuatan jiwa pesantren dan keteguhan mengembangkan pengetahuan yang tetap bersumber pada al-qur'an dan hadis. Sedangkan fungsi pesantren secara umum adalah menciptakan dan mengembangkan kepribadian muslim yang dapat berperan aktif di dalam lingkungan masyarakat modern saat ini melalui fungsi pendidikan, religi, sosial serta penambahan fungsi ekonomi pada pesantren. Adapun perbedaan antara Pesantren modern dan tradisional terletak pada kurikulum pembelajaran. Pondok tradisional menggunakan buku-buku klasik seperti Kitab Kuning sebagai kajian pembelajaran. Sedang pondok modern bukan hanya mendalami agama melainkan terdapat juga beberapa ilmu umum. Langkah langkah sistematis yang dapat dilakukan dan dikembangkan pondok pesantren dalam menjawab tantangan globalisasi adalah penataran kurikulum, proses pembelajaran yang baik, pembentukan karekter, pembentukan manusia relegius dan akhlak, pembentukan manusia sebagai makhluk sosial, dan pembentukan watak bekerja.
Peran pesantren dalam penyebaran Islam di Nusantara ialah dengan menyediakan tempat untuk belajar mengenai Islam kemudian setelah menimba ilmu dan mendapatkan berbagai pengetahuan maka ia pulang ke tempat asalnya dan menyebarkan ajaran Islam di wilayahnya. Ciri khas pondok modern adalah penekanannya pada kemampuan berbahasa asing secara lisan sedangkan keunikan pesantren salaf adalah lebih menekankan pada kemampuan penguasaan kitab kuning. Contoh pesantren salaf yang murni adalah Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan. Keberadaan pesantren sebagai bagian dari pengajaran ajaran Islam menjadi denyut nadi perkembangan Islam itu sendiri. Sehingga, pesantren merupakan sistem pendidikan original yang telah membentuk keberagamaan dan perilaku masyarakat Muslim dari generasi ke generasi. Pesantren tetap eksis dalam menjaga peran tradisonal yaitu melakukan tranformasi nilai dan keterampilan beragama, serta menjadikan santri sebagai alim ulama dan menjadi umaro di masyarakat. Dalam perkembangan terakhir pesantren telah mengikuti arus modernisasi khususnya di bidang pendidikan.
Nama : Dela Yunita
Kelas : 5G PAI
Nim : 12001247
Matkul : PPMDI
# Resume ke - 13
Resume an tentang QUO-VADIS ISLAM MODERAT INDONESIA Menimbang Kembali Modernisme Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Dalam konteks Indonesia, muncul pertanyaan apa dan bagaimana bentuk moderasi Islam ini. Perorangan dan/atau kelompok Muslim manakah yang dapat digolongkan sebagai kelompok moderat Muhammadiyah, NU atau Ormas dan/atau lainnya? Islam Indonesia terdiri dari umat Islam dari berbagai ideologi, keyakinan, pemikiran dan tindakan, dari paling kanan hingga paling kiri. Menurut Erich Kolig dan Greg Fealy, konsep moderasi Islam bukanlah entitas yang kaku dan terdefinisi dengan baik. Ini sebagian besar karena pandangan Islam moderat tidak didukung oleh sistem teologi yang benar-benar solid dan otentik. Argumen yang lebih moderat, didasarkan pada tidak adanya batasan dalam menanggapi pikiran dan tindakan. Sebagian besar kaum moderat hidup terutama dari 'massa mengambang' yang tidak didukung oleh 'narasi tebal' teologis-filosofis. Banyak cendekiawan Islam di Indonesia masih berpendapat bahwa Islam di negara terdiri dari versi agama yang moderat. Posisi moderat ini diwakili, misalnya, oleh dua organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Kedua organisasi tersebut tergolong versi Islam moderat karena tidak setuju dengan sikap garis keras dan pandangan keagamaan yang menggunakan cara-cara kekerasan atau merevolusi ruang publik secara negatif. Kedua organisasi juga tidak setuju dengan negara sejak awal tentang Islam, sebuah isu potensial yang diangkat oleh kelompok garis keras. Keduanya mencirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Pancasila sebagai asas ideologis, UUD 15 sebagai dasar konstitusi, dan Vinneka Tungal Ika sebagai semboyan, serta memasukkan unsur-unsur penting moderasi, dianggap cukup. Ajaran Islam berwawasan rahmat lil 'âlamîn. Dalam konteks nilai-nilai kekinian, NU dan Muhammadiyah tidak menunjukkan perlawanan terhadap nilai-nilai demokrasi dan HAM. Mengenai hak asasi manusia secara umum, kedua organisasi juga menegaskan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia sebagai faktor penting dalam kehidupan manusia. Untuk hak asasi manusia, Islam secara historis telah membuktikan dapat meninggalkan tradisi perbudakan.
Di sisi lain, kelompok cukup lunak mengacu pada segmen dengan jumlah NU-Muhammadiyah terbanyak, sebagian besar dihuni oleh 'massa mengambang' atau penganut dengan tingkat pengetahuan agama yang cukup terbatas dari umat Islam. Kelompok kedua, mewakili segmen terbesar dari kedua organisasi tersebut. Karena sikap yang terukur, mereka lebih mungkin untuk berpartisipasi, atau hanya karena pertimbangan sosiologis dan praktis, mereka menghadapi kerentanan untuk direkrut secara potensial dalam organisasi lini. Ini terjadi ketika mereka bertemu dengan salah satu dari kelompok ustaz (murabbi) garis keras. Sang ustaz mampu cuci otak mampu mengakhiri dengan pertobatan internal di antara mereka. Memang NU dan Nuhammadiyah harus diakui sebagai kelompok keagamaan dan telah mempelopori pembentukan sikap keberagamaan yang moderat, meskipun sulit untuk membawa formulasi moderasi ke dalam praktik kehidupan beragama. Sementara cetak biru kedua organisasi ini secara langsung dipengaruhi oleh doktrin-doktrin normatif di satu sisi, Islam telah memanfaatkan kejeniusan dan filosofi lokal dalam mewujudkan ide-ide keagamaan yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia Muslim. Kurang lebih rumusnya sama, Malaysia punya rumus "Islam Hadhari". Ini khususnya dimensi Al-Sharah (kesetiaan asli) dan dimensi Al-Hadarah (peradaban modern). Yang terpenting, proyek Islam moderat Indonesia harus dimulai dari inci (dari dalam). Tidak bisa dipungkiri bahwa Pancasila, UUD 15, NKRI, dan Vinneka Tungal Ika merupakan simbol budaya (Simbol Budaya) yang menyampaikan pesan moderasi. Namun, simbolisme budaya yang dikembangkan dari luar (outside) kurang memiliki kredibilitas dalam hal identitas keagamaan. Dengan demikian, fondasi Islam moderat Indonesia akan menemukan fondasi yang lebih kuat, karena berkembang dari modalitas internal.
Nama : Dela Yunita
Kelas : 5G PAI
Nim : 12001247
Matkul : PPMDI
# Resume Ke - 14
Resume an dengan judul POTRET PEMIKIRAN POLITIK ISLAM MODERN (Membedah Tiga Paradigma Pemikiran Politik Islam: Tradisionalis, Modernis, Dan Fundamentalis). Argumen yang dia buat didasarkan pada paradigma yang diberikan tradisi untuk mengatasi kesulitan yang dia hadapi. Karena itu, mereka lebih memilih untuk kembali ke masa lalu untuk menemukan jawaban atas tantangan hari ini. Di sisi lain, Islam tradisional dalam ranah politik selalu menekankan realisme berdasarkan norma-norma Islam. Ia menerima kekhalifahan klasik dan, jika tidak ada, institusi politik lainnya seperti Kesultanan, yang berkembang selama berabad-abad berdasarkan ajaran Syariah dan kebutuhan umat. Meskipun Ridha mengikuti paradigma Sunni yang berusaha mempertahankan sejenis pemerintahan yang bercirikan kedaulatan rakyat, yaitu pemerintahan yang dibentuk melalui perwakilan dan musyawarah dengan kesetiaan (baiat) ahl al-hall wa al-aqd dan Ummah. Ridha berbeda dengan paradigma itu. Pendahulu. Bedanya, kualifikasi Pengetahuan, Popularitas, dan Kepemimpinan termasuk dalam ahl al-hall wa al-'aqd, dengan lebih menekankan pada kualifikasi Pengaruh. Imbalan yang diusulkan berupa kekuasaan final dan penegakan resolusi yang dapat dicapai secara efektif dengan membatasi pengaruh anggota Kongres. Dari uraian singkat di atas dapat kita lihat bahwa arah pemikiran Rasyid Ridha bertujuan untuk menempatkan syariah pada posisi yang sangat penting. Dia bahkan menekankan bahwa Syariah harus dilindungi dan ditegakkan agar pemerintah sipil tidak bertahan tanpa hukum. Komitmennya yang kuat terhadap Islam telah menjadikannya lawan yang kuat dari kelompok-kelompok yang lebih sekuler dan berhaluan Barat. Ini bisa dimengerti karena Islam tidak lagi dominan setelah Perang Dunia I. Menurut Abduh, relevansi Islam dengan kehidupan modern dapat dicapai dengan menyeimbangkan akidah Islam dengan ilmu pengetahuan. Islam dan akal, sains modern dan Islam tidak saling eksklusif. Oleh karena itu, transformasi umat Islam harus didasarkan pada rasionalisasi Islam dan pengintegrasiannya ke dalam institusi dan gagasan kontemporer. Perspektif ini menunjukkan bahwa Islam adalah realitas tak terpisahkan yang menuntut kesatuan negara dan agama, etika dan politik.
Resume judul kedua yaitu FENOMENA PERGESERAN KONFLIK PEMIKIRAN ISLAM DARI TRADISIONALIS vs MODERNIS KE FUNDAMENTALIS vs LIBERALIS, Islam di Indonesia: Akar Konflik antara Kaum Tradisionalis dan Modernis. Islam masuk ke nusantara dengan wacana dan teori yang berbeda-beda. Jadi, pada tahun peradaban Islam memasuki negeri ini, menggunakan kata-kata Hodgson, sebagaimana kita memasuki akhir periode Islam Tengah (1258-1503), dan pada tahun secara tidak rasional ditandai dengan kemunduran Islam akibat perkembangan kaum tradisionalis. pikiran. Dalam bidang agama, nusantara dikuasai pada masa agama Buddha, agama negara Kerajaan Sriwijaya, dan Hindu, agama negara Kerajaan Majapahit yang dibentuk kembali (1293-1520). oleh Raden Wijaya setelah jatuhnya Jayakatuwan oleh serangan pasukan Mongol yang dipimpin oleh Kublai Khan. Pada awal kepemimpinan Raden Wijaya, Islam masuk (ke wilayah Jawa). Maulana Ibrahim adalah keturunan Zainal Abidin, sepupu Raja Chermen (Tanah Sablan), kemudian dibawa oleh cucunya Rachmat. Kerajaan Champa dan Maulana Iskak. Meski pergerakan organisasi modern ini berbeda, namun tetap saling mendukung. SI – organisasi Islam pertama di Indonesia– berusaha untuk mempromosikan keterampilan berdagang umat Islam Indonesia, terutama mengingat dominasi ekonomi dari pedagang Tionghoa yang memiliki hubungan dekat dengan Muhammadiyah hingga sekitar tahun 1920-an. Dua pimpinan organisasi itu, Ahmad Dahlan dan Ahmad Surkati, Muhammadiya dan Al Irshad, sepakat merehabilitasi umat Islam Indonesia dengan memperbaiki kondisi keagamaan dan sosial ekonomi mereka. Surkati fokus pada komunitas Arab dan Dahlan fokus pada Muslim pribumi Indonesia. Menggunakan terminologi kembali ke al-Qur'an dan al-Sunnah, Persis membidik sektor sosial yang fokus pada penyebarluasan purifikasi ajaran Islam. Ini mengharuskan organisasi untuk berpartisipasi dalam debat publik dan berbagai kontroversi melalui pembacaan dan penerbitan. Menggunakan di antara tahapan-tapahan tersebut di Indonesia, akar gerakan fundamentalis yang berbentuk purifikasi dapat dilacak pada awal abad ke-19 di Minangkabau yaitu ketika sekelompok pemuka Islam pulang dari Makkah dan membentuk Dewan Harimau nan Salapan atau Dewan Tuangku Nan Salapan yang menjelma menjadi gerakan Padri yang melakukan usaha pemurnian Islam menurut ide dan cara kaum Wahabiyah di Saudi Arabia.