Kultur Sekolah

 KULTUR SEKOLAH

Kultur sekolah ialah dimana yang kita ketahui bahwa kultur adalah sebuah budaya berarti budaya yang terdapat di dalam sekolah, kultur tidak hanya diterapkan kepada lingkungan masyarakat saja, tetapi juga diterapkan di lingkungan sekolah maka jadilah kultur sekolah, atau disebut dengan budaya sekolah, kultur sekolah juga bisa diartikan sebagai pola perilaku, sebuah kesenian, dan lain-lainnya yang bersangkutan dengan sebuah kultur, di sekolah terdapat banyak nya siswa dan siswi yang tentunya berbeda-beda suku dan budaya, dalam lingkungan sekolah ini kultur dapat mempererat hubungan tradisi atau budaya masing-masing, dengan sikap, sifat, dan perilaku yang berbeda di sekolah, dengan adanya kultur sekolah ini dapat mengatasi masalah-masalah yang ada di sekolah. Budaya ( culture ) bisa diartikan sebagai tindakan dan norma, tindakan yaitu sebuah keyakinan dan tujuan yang dianut bersama yang di miliki oleh sebuah anggota organisasi yang berpotensi untuk membentuk perilaku mereka dan bertahan lama meskipun sudah terjadi pergantian anggota, dan mungkin contoh yang tepat yang terdapat di dalam perilaku atau tindakan ini di miliki oleh organisasi osis, karena osis merupakan sebuah kelompok atau anggota organisasi yang berpotensi untuk membentuk perilaku para siswa yang ada di sekolah, tidak hanya seorang guru saja tentunya yang berperan aktif dalam meningkatkan perilaku atau tindakan norma siswa tetapi sebuah organisasi seperti osis juga ikut berpartisipasi dalam hal tersebut sehingga dapat terlaksana dengan baik agar mempermudah pengajaran dalam pengawasan dan pembentukan perilaku dan tindakan di sekolah, dalam waktu yang panjang organisasi di sekolah akan membentuk suatu pola yang baik dan unik dalam organisasi ke organisasi lainnya. Mungkin jika tidak adanya kultur sekolah ini akan terjadinya kurang keseimbangan di dalam sekolah sehingga itu merupakan bukan sesuatu yang baik untuk lingkungan sekolah.

Kultur sekolah memiliki karakteristik di dalamnya, kultur sekolah juga merupakan budaya sekolah yang dapat memberikan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat sekolah baik dari pengaruh positif maupun dari pengaruh negatif sebagaimana karakteristik sekolah tersebut. Ada beberapa pendapat dari para ahli mengenai kultur sekolah ini, salah satunya yaitu pendapat dari moerdiyanto yang menyatakan bahwa “Kultur ini terdiri dari kultur positif dan kultur negatif. Kultur positif adalah budaya yang membantu sebuah mutu sekolah sebuah mutu kehidupan bagi warganya, atau organisasi nya “, di dalam sebuah mutu sekolah dan mutu kehidupan di sekolah terdapat sebagai mutu yang berhubungan dengan kehidupan yang bernilai moralitas dan agamis pada masyarakat sekolah. Aktifitas siswa dalam kesehariannya tidak akan lepas dari keterlibatan kultur sekolah pada proses bersikap, perbuatan, perilaku, moral, dan memandang bahkan berfikirnya. Kultur sekolah ini mengajarkan bagaimana kita bersikap bagaimana cara berperilaku yang baik sesama teman-teman yang ada di sekolah tanpa membedakan kultur ( budaya ) yang terdapat di dalam diri warga sekolah, di dalam sebuah tempat sekolah tentunya terdapat anak-anak yang memiliki sifat dan perilaku yang berbeda-beda, baik dari segi positif maupun negatif tidak hanya budaya saja yang berbeda, maka dari itu hendaknya pendidik atau sebuah organisasi membimbing perilaku dan sifat dan sebagainya menjadi kan anak tersebut lebih baik kedepannya, dengan menghadapi sifat-sifat, perilaku dan budaya yang berbeda-beda tentunya. Mungkin ini berat untuk seorang pendidik menjalankan hal tersebut dimana banyak nya peserta didik, guru dan lain-lainnya yang kita hadapi dengan berbagai kultur sekolah yang berbeda, tetapi kita sebagai seorang pendidik maupun calon pendidik seharusnya sudah menyiapkan mental terlebih dahulu.

Karakteristik dari sebuah kultur sekolah yang merupakan budaya ( kultur ) sekolah yang dapat memberikan dampak atau pengaruh terhadap lingkungan masyarakat sekolah, baik dari pengaruh hal yang negatif maupun pengaruh dari hal yang positif sebagaimana seharusnya karakteristik kultur sekolah tersebut ada, banyak beberapa pendapat para ahli yang mengemukakan pendapat tentang kultur sekolah ini, salah satunya ialah moerdiyanto yang saya sudah sebutkan di paragraf sebelumnya bahwa kultur sekolah memiliki kultur negatif dan kultur positif dengan memiliki pengaruh yang merugi dan menguntungkan dari kultur sekolah, tentunya dapat kita lihat dari kultur positif dan negatif ini, dengan adanya kultur positif yang memiliki kekuatan untuk modal dalam melakukan pendidikan yang memerhatikan suatu kecerdasan secara individual peserta didik dan memperbaiki kondisi-kondisi agar lebih efektif terhadap perkembangan dan pertumbuhan kepintaran atau kecerdasan nya, sedangkan untuk kultur negatif ini yaitu kultur yang bersifat negatif atau hal yang dominan tidak baik, yang hanya mementingkan sebuah hasil dari pada sebuah proses nya, karena mereka hanya tertuju tidak melakukan upaya yang mengarah kepada bagian dari hal negatif tersebut, perubahan perilaku kultur positif maupun negatif dapat mengubah sistem nilai dan sebuah keyakinan diri dan bahkan untuk mengubah supaya lebih ke positif itu cukup sulit untuk dilakukan. Kultur sekolah juga merupakan suatu keyakinan, harapan, nilai-nilai, norma, aturan, dan aktivitas kerja yang dijalankan oleh warga sekolah sehingga mempengaruhi hubungan antar masyarakat sekolah dan rutinitas kerja warna sekolah dalam upaya mencapai tujuan sekolah masing-masing, kultur ini lah yang menjadi pembeda dari sekolah dengan yang lainya. Sebuah sekolahan yang memiliki kultur disiplin, bersih, tertib, dan teratur, tentunya di didik oleh seorang yang memiliki kemampuan keberanian dan kedisiplinan tinggi serta memperhatikan secara detail kebersihan dan ketertiban lingkungan masyarakat sekolah, sebaliknya jika yang memandu orang yang tidak memiliki sikap di atas atau sebaliknya, maka lingkungan sekolah tidak berarti apa-apa, karena tidak memiliki kultur positif yang diatas tadi sehingga menjadi hal yang negatif, ini lah dimana kultur itu menjadi sesuatu hal yang bersifat kultur positif dan bersifat kultur negatif.


Postingan populer dari blog ini

KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK

Resume-an Tugas PPMDI 1 - 14

STRATEGI PEMBELAJARAN