biografi karya Dela Yunita

Nama : dela yunita
Deskripsi biografi : nenek 

Saya mempunyai seorang nenek yang spesial menurut saya, karena nenek saya adalah seorang mualaf ( baru masuk islam), nenek saya bernama Halimah, ia berumur 66 tahun dan memiliki postur tubuh yang besar, kulit putih karena keturunan china, agak pendek, dan memiliki rambut yang panjang, tetapi tidak menutupi kecantikannya walaupun sudah menua, karena nenek masih ada keturunan china, nenek orang nya suka berkebun yaitu ngaret getah untuk penghasilan, setiap subuh nenek sudah turun ke kebun belakang, walaupun sudah tua dan sering sakit pinggang, nenek tetap semangat, dan mata nenek pun masih terlihat sehat untuk melihat, tetapi kalau melihat benda yang kecil nenek agak kesusahan, karena nenek rabun dekat, namun ia tidak pantang semangat untuk beraktivitas walaupun harus sakit badan, kaki dan tangan. 
Jika sudah pulang dari berkebun nenek akan tidur di rumah untuk mengistirahatkan badannya yang lelah, jika sore hari tiba ia akan pergi ke rumah sesama teman sebaya nenek hanya untuk sekedar berbincang-bincang bersama, nenek orang nya agak suka marah atau biasanya saya sebut suka cerewet, jika saya di rumah di desa ia akan memarahkan saya di saat saya dan teman-teman mandi ke sungai kecil karena berkubang, ia sedikit keras karena kalau kami tidak menurut maka nenek akan membawakan kami kayu untuk di pukul kan ke kami, dan kami pun kabur, menghindar dari nenek. 
Tetapi sampai sekarang saya salut terhadap nenek, walaupun ia sudah tua masih tetap semangat untuk bekerja, dan setiap hari nenek mencuci pakaian nya sendiri, biasanya saya khawatir terhadap nenek, karena ia sering mengeluh sakit pinggang, badan, kaki, dan tangannya, akibat terlalu banyak aktivitas, tetapi itu tidak mematahkan semangat nya, dan ia suka pakai daster kalau di rumah karena daster nyaman di pakai, ia juga kadang tidak jelas pendengar nya, efek faktor sudah lanjut usia yang sudah semakin menua, walaupun nenek orang nya suka cerewet atau marah, tetapi saya sangat sayang terhadapnya.
Nenek orang nya sering mengalami sakit pinggang, faktor ia sering pergi berkebun dan menua, jika nenek ingin pergi berkebun, ia hanya makan nasi berlauk kan sambal dan ikan asin, itu adalah makanan nenek tiap pagi jika ingin berangkat berkebun, nenek memiliki lima anak 4 perempuan, 1 laki-laki, dan satu anak ke dua perempuan nenek telah berpulang ke rahmatullah yaitu kembaran mama saya sendiri, Anak-anak nya sudah menikah semua dan memiliki anak masing-masing, kecuali anak yang laki-laki belum di kasi keturunan oleh yang maha Kuasa, ia memiliki cucu hanya enam saja dan yang satunya telah berpulang ke rahmatullah, dan saya termasuk salah satu cucu nenek yang paling tua dari antara cucu yang lain, walaupun nenek sudah bercucu tetapi masih tetap sehat dan kuat menjalani hari-hari nya. 
Nenek dulunya adalah seorang mualaf dan ia masih belum paham tentang agama Islam, tetapi karena kakek sudah meninggalkan nenek terlebih dahulu jadi tidak sempat mengajar kan nenek lebih dalam lagi tentang agama Islam, jadi saya sebagai cucu nya yang menggantikan kakek untuk mengajar kan nenek tentang agama Islam yang di anut oleh nenek sekarang, sedikit demi sedikit saya ajarkan dari sholat, bagaimana tata cara sholat, karena sholat adalah tiang agama Islam, setelah beberapa bulan mengajar nenek tata cara dan bacaan sholat akhirnya nenek tau dan hapal bagaimana tata cara dan bacaan sholat itu, cukup sulit bagi saya sendiri mengajar orang tua yang baru masuk islam untuk belajar mengingat tentang agama atau lainnya, karena otak orang tua dan anak kecil itu berbeda, tetapi nenek bisa sedikit demi sedikit mengingat tata cara dan bacaan sholat itu sendiri. 
Sebelum nenek masuk islam, nenek pernah di jajah oleh suku dayak akhirnya ia berpindah-pindah tempat untuk menghindari serangan suku dayak yang mau menyerah suku china nya, maka dari itu ia sangat susah untuk bersekolah ataupun belajar, karena selalu berpindah-pindah tempat, nenek orang yang buta huruf dari masih zaman muda, karena ia tidak bisa belajar, maka dari itu di saat kakek sudah pergi saya sebagai cucu tertua nenek mengajar kan tentang agama yang saya ketahui , ia belajar hanya menggunakan pendengaran nya saja karena nenek tidak tau membaca atau buta huruf, saat di jajah pun ia hanya bisa makan gandum tidak dengan nasi beserta lauk pauk, karena sudah di rebut oleh suku dayak yang menyerang suku china. 
Ia tipe orang yang tidak takut dengan apapun kecuali maling, makanya kalau ia pergi berkebun akan sangat pergi awal, orang masih pada tidur sedangkan nenek sudah pergi berkebun, semangat ia tak pernah luntur, karena ia tidak mau menyusahkan anak-anak nya, walaupun anaknya sendiri akan memberikan uang untuk nya, jika habis dari pulang berkebun pasti nenek sakit kaki, lalu ia memijit sendiri kakinya yang sakit, akibat terlalu lama berdiri dan berjalan di hutan. Habis dari hutan selepas itu ia akan mandi di sungai depan rumah, setelah mandi nenek memakai pakaian nya dan seharian tidur sampai sore dan tidak lupa juga mengerjakan sholat lima waktu, walaupun masih ada yang belum di ketahui oleh nenek, di saat sore hari tiba, ia akan pergi berjalan-jalan ke rumah temannya, lalu mengobrol sampai menjelang sore hari baru ia akan pulang ke rumah. 
Nenek orang nya cukup keras dan juga cerewet, setiap saya sebagai cucunya pergi ke tempat teman sampai larut di sore hari, ia akan menyusul dan memukuli saya dengan benda yang di jumpai nya di jalan, dan saya pun berlari untuk menghindari serangan dari nenek, tetapi biar pun begitu ia tetap sayang terhadap cucu nya, biasanya ia akan memberikan cucunya uang untuk jajan walaupun tidak banyak, karena nenek hanya mengaret getah di kebun, jika malam tiba nenek memijat kakinya, itu termasuk kegiatan rutin sehari-hari nenek, karena badannya sudah sering sakit-sakitan . 
Nenek di kampung cukup terkenal juga di kalangan masyarakat , karena biasanya nenek akan mengobati anak-anak jika terkena sakit demam dan tidak di bawa ke dokter, cara pengobatan nya seperti yang di lakukan orang jaman dahulu, yaitu menggunakan sirih setelah itu di kunyah oleh nenek, baru di sembur kan kepada orang yang sakit tepat di dahinya, maka dari itu banyak yang mengenal nenek di kampung kami, ia juga banyak memiliki silsilah keluarga di kampung kami walaupun ada yang keluarga jauh, nenek orang nya suka mengonsumsi obat jika ia sakit sedikit, jadi kalau sakit sedikit langsung ia akan memakan obat, seperti orang kecanduan, dari nenek dan kakek saya, yang masih ada sampai sekarang tinggal nenek Halimah saja, yang lain sudah tidak ada, maka nya kami sangat menyayangi nya dengan sepenuh hati, di saat saya mondok nenek adalah orang yang paling pertama khawatir jika saya menghubungi orang rumah untuk datang ke pondok, karena takut cucunya membutuhkan sesuatu, biar pun ia sering marah-marah dan cerewet tetapi kami tetap sayang nenek. 

Selasa, 22 Desember 2020.

Postingan populer dari blog ini

KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK

Resume-an Tugas PPMDI 1 - 14

STRATEGI PEMBELAJARAN