aku dan kampung halaman

Aku dan kampung halaman
 - November 4,2020
Aku dan kampung halaman
Assalamu'alaikum..........................  Perkenalkan nama saya dela yunita, anak pertama dari tiga bersaudara, saya di lahirkan dan di besarkan dikampung yang indah dan asri , saya tinggal bersama ibu, nenek dan adik saya di kampung halaman, sedangkan ayah saya tinggal sendiri di kota pontianak , karena ayah saya bekerja di pontianak, dan tidak bisa meningggalkan pekerjaannya, jadi beliau hanya pulang seminggu sekali ketika ada libur yaitu malam minggu samapai hari minggu, senin nya beliau baru pulang kembali ke pontiana .tinggal di kampung sangat menyenangkan bagi saya , karena disana saya di besarkan, banyak yang saya dapatkan tinggal di kampung, yaitu kebahagiaan semasa kecil, bermain bersama teman dan banyak teman yang menemani masa kecil saya.di rumah dan kampung ini lah saya di ajarkan dan dibentuk menjadi anak yang baik, dalam perilaku maupun tutur kata, biarpun di kata saya nakal, tetapi orangtua saya tidak bosan mengajarkan saya tentang akhlak , dan berusaha membuat saya beserta adik-adik saya menjadi anak yang soleh dan solehah,di kampung halaman itu adalah tempat saya menimba ilmu yaitu sekolah dasar, SD negeri 18 sui pinyuh, di situ adalah tempat saya menimba ilmu selama 6 tahun ,masa SD dimana tempat kebahagiaan saya berada, seperti orang tidak memiliki beban hidup, menjalani hari-hari dengan teman tanpa merasa sedih.di rumah ibu hanya seorang ibu rumah tangga, tetapi tidak menutup kemungkinan mama saya berdiam diri mengurus rumah saja, tapi beliau juga mengikuti beberapa organisasi di desa, seperti posyandu, PKK, dan pengajian, mama saya seorang yang aktif dalam kegiatan di luar rumah, dan itu tidak sia-sia untuk mama saya menambah ilmu dan wawasan menjadi orang tua untuk mendidik anak-anak nya.saya tinggal di desa yang banyak di tumbuhi nanas dan tanaman lainnya, sehingga desa saya terlihat lebih asri dan nyaman, desa yang saya tempati berada di jln, Siliwangi, kec,sui pinyuh, kab, mempawah. Yaitu desa sui rasau, di desa saya sering mandi di Sungai atau orang kampung menyebutnya ' parit ' ,diparit kami sering bermain air atau berkubang kata orang kampung, jika air sudah berubah warna menjadi keruh, maka kami pun berhenti mandi dan orang kampung pun akan memarahi kami karena berkubang, itu lah kehidupan saya, saat di kampung penuh dengan canda tawa, tetapi itu tidak bertahan lama, setelah saya selesai menjalankan pendidikan sekolah dasar , saya melanjutkan sekolah SMP di Pondok Pesantren Al - mukhlishin, yang berada di antibar kab, mempawah timur, jadi saya harus meninggalkan kampung halaman untuk meneruskan sekolah SMP di pondok pesantren,saat pertama sekali masuk di pondok pesantren saya belum mengenal siapa-siapa selain teman satu kelas saat sekolah SD , Hari-hari saya lalui hidup di pondok pesantren, ternyata tidak seburuk yang saya atau orang-orang kira, karena di pondok kita tidak hanya menuntut ilmu, tetapi juga bertemu dengan kawan-kawan dan orang-orang baru, yang bisa menjadi teman atau orang tua kita, di pondok pesantren saya banyak belajar tentang bagaimana hidup sederhana, jauh dari orangtua dan hidup mandiri.Hari-hari saya melalui hidup susah senangnya di pondok pesantren, walaupun itu agak sulit di jalani oleh saya sebagai anak yang masih belum mengetahui apa-apa, di pondok pesantren banyak yang saya dapatkan pembelajaran nya, di luar materi atau pun dalam materi, saya rasa seperti di besarkan di pondok pesantren selama 6 tahun saya bersekolah disana, sampai melanjutkan ke jenjang sekolah SMA, saya masih bersekolah di Al-Mukhlishin antibar, selama 6 tahun saya sekolah di pondok pesantren banyak yang saya lalui lagi, suka maupun duka sudah menjadi hari-hari saya di pondok pesantren, bagaimana saya merindukan orang yang ada di rumah, atau yang membuat saya sedih adalah teman yang tidak suka kepada saya, tetapi itu tidak terasa saya lalui, selama 6 tahun, akhirnya pun saya lulus dari pondok pesantren, walaupun kami angkatan tahun 2020 tidak melaksanakan yang namanya ujian nasional di karena kan terdapat virus corona di negara Indonesia.akhirnya saya dan teman-teman pun lulus dengan nilai yang memuaskan, setelah lulus kami semua selesai dan menjalani hidup yang berbeda-beda, ada yang mau menikah, kerja dan kuliah , melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi yaitu kuliah. Sedangkan saya melanjutkan pembelajaran di jenjang yang lebih tinggi yaitu berkuliah. Pertama saya mencoba mendaftarkan diri di polnep pontianak , tetapi Tuhan tidak menghendaki, karena saya tidak lulus di polnep, dan akhirnya saya mencoba lagi mendaftar di IAIN pontianak lewat jalur um-ptkin, alhamdulillah di saat saya melakukan tes, yaitu mengisi 90 soal yang di berikan dari pihak kampus, dan akhirnya saya pun lulus di prodi PAI, kemudian mengikuti pbak atau di sebut ospek, dan sekarang saya tinggal di pontianak bersama paman saya, karena kalau di rumah atau desa , tidak memiliki sinyal, saya akan susah dalam mengikuti belajar mengajar , tetapi itu tidak melupakan saya terhadap tempat dimana saya di lahir kan dan di besarkan. Tetap lah menjaga kesehatan dimana pun kita berada, dan jangan membuang sampah sembarangan di desa, karena kalau sampai terjadi, itu akan mengakibatkan polusi yang buruk. 

Postingan populer dari blog ini

KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK

Resume-an Tugas PPMDI 1 - 14

STRATEGI PEMBELAJARAN